jump to navigation

Art of Live

Kesadaran akan Hukum Kekekalan

Kalau kita berbicara tentang kekekalan, yang terlintas di kepala kita pastilah sesuatu yang abadi. sesungguhnya semua yang ada di alam semesta ini termasuk ruang angkasa yang tidak terbatas tidak ada yang kekal abadi. Yang kekal abadi itu sesungguhnya adalah perubahan itu sendiri. perubahan itu sendiri tercakup kondisi dari pasangan yang selalu bertentangan.

Mengutip dari istilah Budhism ketidak kekalan disebut sebagai Anicca. Anda semua pasti tahu bahwa setiap mahluk tidak ada yang kekal sebab kalau ada kehidupan pasti senantiasa berubah, Tapi apakah anda sadar bahwa hal itu terjadi pada anda dalam kehidupan sehari – hari ?

Sesungguhnya setiap mahluk di alam semesta ini tidak ada dan tidak akan pernah ada mahluk yang tidak pernah mengalami kondisi kejadian di bawah ini :

  • Hidup >< Meninggal.
  • Suka >< Duka.
  • Untung >< Rugi.
  • Dipuji >< Dicela.
  • Terkenal >< Tersisihkan
  • dan masih banyak lagi pasangan kondisi yang berlawanan itu.

Sesungguhnya selama masih ada kehidupan tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa lepas dari kondisi pertentangan seperti di atas itu baik itu seorang raja penguasa dunia sampai pengemis yang meminta – minta. Pertentangan itu walaupun sifatnya negatif tetap dibutuhkan karena tanpa adanya pertentangan itu tidak ada kehidupan, tidak ada dunia ini. Tinggal bagaimana kita mengatur kontradiksi tersebut agar tetap sehat dan berjalan sesuai dinamika kehidupan yang mangarah pada hal yang positif.

 

Begitu pula tidak ada yang namanya takdir tidak dapat dirubah. setiap orang dapat merubah nasibnya dengan tangan berpikir, berucap, dan berbuat yang positif dalam kehidupan sehari – hari tapi akan lebih baik lagi apabila anda dapat mendedikasikan diri anda untuk kemajuan bersama bukan hanya memikirkan diri sendiri. Perubahan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat merubah suatu kondisi tapi percayalah tidak ada kondisi yang selalu abadi semua niscaya berubah seiring dangan waktu.

 

Singkat kata orang yang dapat mengatasi kedua hal ekstrem di dunia ini dialah pemenang di dunia ini. tapi bukan berarti harus pasif di tengah – tengah tanpa berbuat suatu apapun, tapi kita menyesuaikan diri sesuai perkembangan yang ada, jika kita rasakan sudah terlalu condong ke ekstrem kanan kita seimbangkan ke kiri dan begitu juga sebaliknya. jadi yang terpenting adalah kejelian kita dalam mengamati situasi dan kondisi yang ada dan melakukan tindakan yang tepat dalam kehidupan ini baik dalam berpikir, berucap, dan bersikap dalam kehidupan sehari – hari.

Comments»

No comments yet — be the first.